Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Bandar LampungBeritaLampung

Malam Mencekam di Flyover Kalibalok, Pelajar Tawuran Bawa Parang dan Tembakkan Petasan

×

Malam Mencekam di Flyover Kalibalok, Pelajar Tawuran Bawa Parang dan Tembakkan Petasan

Sebarkan artikel ini

RAJAWALI VISUAL (Bandar Lampung) – Suasana mencekam menyelimuti kawasan Jalan Bypass Soekarno-Hatta, tepatnya di bawah Flyover Kalibalok, Kelurahan Kali Balau Kencana, Kecamatan Sukabumi, Senin (13/10/2025) malam. Warga dibuat panik ketika dua kelompok pelajar berseragam sekolah terlibat tawuran brutal sekitar pukul 19.00 WIB.

Dalam video berdurasi 55 detik yang beredar di media sosial, terlihat puluhan remaja saling menyerang menggunakan kembang api yang ditembakkan ke arah lawan. Dentuman dan cahaya petasan berwarna-warni memecah gelapnya malam, sementara beberpa orang dari mereka tampak menenteng senjata tajam jenis parang.

Example 325x300

“Benar, mereka pakai seragam sekolah SMA. Saling lempar petasan, ada yang bawa parang. Suaranya keras sekali, warga sampai keluar rumah karena takut,” ujar Aji, salah satu saksi mata di lokasi kejadian.

Menurutnya, bentrokan berlangsung singkat namun menimbulkan kepanikan luar biasa. Begitu suara sirine mobil polisi terdengar, kedua kelompok langsung kocar-kacir. “Mereka bubar, tapi ada yang masih sempat kabur ke arah Antasari naik motor sambil bawa parang. Bahkan sempat ada yang masih teriak-teriak sambil mengejar lawannya,” tambahnya.

Meski aksi berlangsung brutal dan membuat warga ketakutan, Aji memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Syukurlah tidak ada yang terluka atau tewas, cuma warga sempat panik karena petasannya meledak ke segala arah,” ungkapnya.

Beberapa warga yang sempat menyaksikan kejadian itu mengaku ketakutan karena suara ledakan petasan dan teriakan para pelajar terdengar hingga ke permukiman sekitar. “Kaget, suasananya kayak mau perang. Anak-anak muda bawa senjata tajam, bikin warga takut keluar rumah,” ujar seorang warga lainnya.

Warga mendesak aparat kepolisian segera mengambil tindakan tegas agar tawuran antar pelajar tidak semakin meluas dan menimbulkan korban. “Kalau dibiarkan, bisa makan korban. Ini sudah sangat meresahkan,” tegas Aji.

Usai kejadian terlihat dilokasi pihak dari kepolisian Polsek Tanjung Karang Timur dan Polda Lampung  tengah menyelidiki asal sekolah para pelaku serta memperketat patroli malam di kawasan Bypass Soekarno-Hatta untuk mencegah aksi serupa terulang. (*)