Gudang Penimbunan BBM Ilegal Di Natar Meledak, Pertamina Minta Polisi Lakukan Penyelidikan
Rajawalivisual – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel minta pihak kepolisian untuk mengusut kebakaran gudang penimbunan BBM ilegal di Desa Hajimena,Natar, Lampung Selatan.
Hal tersebut dikatakan Area Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan.
“Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mendukung sepenuhnya proses investigasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian terkait insiden kebakaran gudang penyimpanan BBM di kecamatan Natar, Lampung Selatan,” katanya.
Nikho menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan penimbunan BBM karena ada jerat hukumnya.
“Pertamina memastikan bahwa tidak ada hubungan dengan gudang penyimpanan tersebut, dan menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pengisian berulang dan menimbun karena BBM merupakan bahan berbahaya yang mudah terbakar dan ada jerat hukumnya,” jelas dia.
Nikho menyampaikan pihaknya akan terus mengawal ketat penyaluran dan penjualan BBM Subsidi agar tepat sasaran serta kami dengan tegas telah menginstruksikan kepada seluruh lembaga penyalur untuk dapat menyalurkan sesuai regulasi yang berlaku.
“Masyarakat juga diharapkan membeli BBM di outlet resmi Pertamina (SPBU dan Pertashop) yang terjamin kualitas dan keamanannya.Jika menemukan indikasi kecurangan, masyarakat dapat segera melaporkan kepada aparat penegak hukum, atau melalui Pertamina Call Center (PCC) 135,” tandasnya.
Gudang penimbunan BBM ilegal dipadat pemukiman meledak. Peristiwa terjadi pada Jumat (20/9/2024) sekitar pukul 16.00 WIB.
Meledaknya gudang sekaligus rumah yang berada di Perumahan Lumenta, Kecamatan Natar, Lampung Selatan ini membuat warga panik. Pasalnya sesaat sebelum terjadinya kebakaran terdengar suara ledakan.
Menurut keterangan Sobri, rumah ataupun gudang penimbunan BBM ini merupakan milik Siswanto.
“Meledak tadi sebelum keluar api itu, banyak suara ledakannya. Nggak lama baru muncul api besar tinggi tadi,” katanya, Jumat (20/9/2024).
“Setahu saya itu milik Siswanto, tapi ada yang bilang milik Asep. Memang itu setahu kami disini jadi tempat penimbunan minyak,”lanjutnya.
Banyaknya material bahan bakar membuat proses pemadaman berlangsung alot. Pasalnya mobil truk yang berisikan tangki ini dipenuhi dengan BBM.
Selain truk tersebut, tampak juga dua mobil pick up serta satu unit motor hangus terbakar. Dilokasi itu juga ditemukan 17 tandon yang juga terbakar menyisakan kerangka besi nya.(Rvis)














