Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Bandar LampungBeritaLampung

Pemkot Bandar Lampung Perluas Jaringan Perlindungan Anak Lewat PATBM

×

Pemkot Bandar Lampung Perluas Jaringan Perlindungan Anak Lewat PATBM

Sebarkan artikel ini
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82?

RAJAWALI VISUAL (Bandar Lampung) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menggelar Sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) sebagai langkah memperluas jaringan perlindungan anak sekaligus meningkatkan peran aktif masyarakat dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, pada Rabu (8/10/2025).

Example 325x300

Dalam sambutannya, Eva Dwiana menegaskan bahwa anak merupakan kelompok rentan yang harus mendapat perhatian serius.
“Kita ingin Bandar Lampung menjadi kota yang benar-benar ramah anak. Untuk itu, semua pihak mulai dari orang tua, sekolah, hingga lingkungan masyarakat harus berperan aktif dalam melindungi anak-anak kita dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, dan penelantaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui program PATBM masyarakat diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mendeteksi serta menindaklanjuti kasus kekerasan anak sebelum berkembang menjadi masalah serius. Pemkot juga terus berupaya memperluas jaringan perlindungan anak di seluruh kelurahan.

Sosialisasi tersebut diikuti oleh perwakilan kelurahan, kader PKK, tokoh masyarakat, serta lembaga perlindungan anak. Peserta mendapat materi terkait mekanisme pelaporan kasus kekerasan, pendampingan korban, serta strategi pencegahan berbasis komunitas.

“Jika ada tanda-tanda kekerasan, jangan diam. Laporkan segera. Karena setiap anak berhak tumbuh dengan aman dan bahagia,” tegas Eva.

Selain sosialisasi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan pembentukan relawan PATBM di tingkat kelurahan.

Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONIPPA), tercatat 157 kasus kekerasan terjadi di Kota Bandar Lampung sepanjang Januari hingga Agustus 2025, dengan 171 korban terdiri dari 22 laki-laki dan 149 perempuan. (*)