Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahNasional

UMK Bandar Lampung 2026 Naik Jadi Rp3,49 Juta, Tertinggi se-Provinsi Lampung

×

UMK Bandar Lampung 2026 Naik Jadi Rp3,49 Juta, Tertinggi se-Provinsi Lampung

Sebarkan artikel ini

RAJAWALI VISUAL (Bandar Lampung) – Kabar baik bagi para pekerja di Kota Bandar Lampung. Upah Minimum Kota (UMK) Bandar Lampung tahun 2026 resmi ditetapkan naik menjadi Rp3.491.889. Angka ini menjadikan UMK Bandar Lampung sebagai yang tertinggi di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Kenaikan UMK tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Lampung tentang Penetapan Upah Minimum Kota Bandar Lampung Tahun 2026, yang mengacu pada Surat Keputusan Wali Kota Bandar Lampung Nomor B/3006/500.15.2.1/III.06/2025.

Example 325x300

Dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp3.305.367, UMK Bandar Lampung 2026 mengalami kenaikan lebih dari 5 persen. Penetapan ini dilakukan pada 23 Desember 2025 setelah melalui proses perhitungan Dewan Pengupahan Provinsi Lampung.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandar Lampung, M Yudhi, menyebut kenaikan UMK ini menjadi kabar menggembirakan bagi para buruh dan pekerja.
“Naiknya lebih dari 5 persen. Alhamdulillah para buruh senang. UMK Bandar Lampung sebesar Rp3,4 juta ini tertinggi se-kabupaten/kota di Provinsi Lampung,” ujar Yudhi, Rabu (31/12/2025).

Dalam ketentuan tersebut dijelaskan, UMK Bandar Lampung 2026 berlaku bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun. Sementara bagi pekerja dengan masa kerja satu tahun atau lebih, pengusaha wajib menyusun dan menerapkan struktur dan skala upah.

Pemerintah juga menegaskan, pengusaha dilarang membayar upah di bawah UMK yang telah ditetapkan. Namun, ketentuan UMK ini dikecualikan bagi Usaha Mikro dan Usaha Kecil (UMK).

UMK Bandar Lampung 2026 mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2026. Pemerintah memastikan, jika di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan tersebut, akan dilakukan pembetulan sebagaimana mestinya.

“Kenaikan UMK ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja sekaligus menjaga iklim usaha tetap kondusif di Kota Bandar Lampung,” pungkasnya.(Rvn)